FYI! Shaquille O’Neal Ternyata Kaya Raya Berkat Google

Shaq menghadiri Michelob Ultra & Netflix “Full Swing” Premiere & Super Bowl After Party pada 11 Februari 2023 di Phoenix, Arizona. (Daniel Boczarski/Getty Images for Michelob ULTRA)

Keputusan investasi terbesar Shaquille O’Neal, pemegang cincin juara NBA 4 kali, berawal dari pertemuannya dengan Ron Conway seorang “Super Angel” investor, yang telah menggiring Shaq berinvestasi di Google sebelum IPO (initial public offering) tahun 2004.

“Satu-satunya penyesalan ku dalam investasi tersebut https://totojpslot.online/ adalah aku berharap telah membeli lebih banyak,” Kata Shaq pada Vanity Fair.

Shaq berinvestasi di Google Series A tahun 1999 saat valuasi Google masih US$100 juta. Melompat ke tahun 2022 saat ini, valuasi dari Google telah mencapai titik tertingginya dengan perkiraan valuasi berada di US$ 1,89 triliun.

Return dari investasi tersebut setara dengan 18.900% atau investasi Shaq bertumbuh 189 kali dalam jangka waktu 23 tahun. Investasi tersebut memberikan pertumbuhan luar biasa, karena dalam total compound annual growth rate (CAGR) selama 23 tahun investasi di Google sebesar 53%.

Investasi O’Neal tidak berhenti di sana, kesukaannya pada fast food membuatnya berinvestasi di banyak perusahaan franchise atau waralaba, seperti Papa John’s, Auntie Annie’s, Car Washes, dsb.

Total Net worth Shaq dari seluruh investasinya sebesar US$ 400 juta atau Rp 5,9 triliun. Perkiraan aman dari value investasinya di franchise sekitar lebih dari 30%.

Investasi Shaq juga terdiversifikasi ke berbagai segmen, seperti kecantikan, mode pakaian, hiburan. Perusahaan yang masuk portfolio Shaq tersebut diantaranya Lyft, JC Penney, Gold Bond, The General Insurance, Forever 21, dsb. Berdasarkan moneymade, perkiraan portfolio Shaq terbagi dalam beberapa segmen yaitu franchise, startups, real estate, dan saham.

Kesuksesannya berinvestasi di waralaba membuatnya tertarik untuk memulai bisnis sendiri di bidang fast food, Bernama Big Chicken Restaurant. Hingga saat ini, waralabanya telah berkembang hingga terdapat 10 cabang.

Lebih dari setengah atau 60% pemain NBA yang telah pensiun harus menderita kebangkrutan setelah lima tahun gantung sepatu.

Keterbatasan pengetahuan keuangan, ketidaksiapan mental, dan keberuntungan kaya mendadak menjadi faktor besar olahragawan mengalami kegagalan. Pemain harus fokus mengembangkan skill permainannya, hingga lupa mengelola aset yang dimiliki.

Pemain-pemain tersebut biasanya juga fokus untuk menghamburkan asetnya, tanpa memikirkan tabungan dan investasi.

Sikap tersebut berbeda dengan Shaq yang tetap memperhatikan tabungan, bahkan memiliki kemampuan investasi yang luar biasa. Strategi investasi Shaq dapat memberikan imbal hasil yang signifikan disebabkan beberapa faktor berikut.

Investasi dengan tujuan yang jelas

Shaq pernah mendengar saran Jeff Bezos dalam berinvestasi. Pesan utama dari Jeff Bezos adalah berinvestasi pada sesuatu yang dapat mengubah kehidupan orang-orang.

Pilih bisnis dan aset yang dapat dipercaya

Dalam memilih aset yang diinvestasikan, Shaq tidak hanya memikirkan jumlah uang yang akan diperoleh, tetapi dia juga mempertimbangkan nilai dari brand dan orang-orang yang bekerja dengannya.

Pilih suatu segmen industri dan konsisten sampai menguasai

Meskipun Shaq memiliki portfolio yang terdiversifikasi, dia tetap berfokus pada beberapa segmen industri yang dia kuasai sepenuhnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*