Bangun Pabrik Baru, Ini Bisnis Tambang Timah Adik Prabowo Hashim

Direktur Media dan Komunikasi BPN Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo saat mengunjungi PT Trans Digital Media, Kamis (20/12/2018) (CNBC Indonesia/Muhammad Iqbal)

Hashim Djojohadikusumo, pemilik dan juga Komisaris Utama Arsari Group, terus memperluas lini bisnisnya. Meski sudah belasan tahun menjalankan bisnis di bidang pertambangan dan peleburan timah, ini tak membuat adik Prabowo Subianto ini berdiam diri. Alih-alih, Hashim malah semakin gencar melakukan ekspansi. Terbaru, Hashim kembali melakukan ekspansi bisnis ke bidang pengolahan dan pemurnian timah.

Hal ini ditandai dengan dilakukannya peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik timah PT Solder Tin Andalan Indonesia, unit usaha Arsari Group, di Kawasan Industri Tunas Prima, Batu Besar, Kota Batam, Jumat (10/05/2024).

Hashim menyebut, investasi PT Solder Tin Andalan Indonesia mencapai Rp 400 miliar, terdiri dari Rp 100 miliar untuk fisik bangunan dan Rp 300 miliar modal kerja.

Perusahaan mempekerjakan 80 karyawan tetap dan 200 tenaga kontrak.

“Perusahaan akan memproduksi 200 ton tin solder powder per tahun, dan akan ditingkatkan hingga 16 ribu ton dengan omset Rp 1,2 triliun per tahun,” ungkap Hashim ini saat acara groundbreaking, dikutip dari situs Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Senin (13/05/2024).

Perlu diketahui, Arsari Group juga telah memiliki bisnis di sektor pertambangan timah terintegrasi, di bawah naungan PT Arsari Tambang.

Dilansir dari situs resmi Arsari Tambang, perusahaan tersebut berdiri sejak 2011 dan hingga kini tercatat telah memiliki empat anak usaha pertambangan timah yang menjalani kegiatan eksplorasi, eksploitasi, penambangan, pemrosesan, peleburan, pemurnian, penjualan, dan ekspor timah.

Adapun tambang timahnya berada di kawasan Bangka Belitung.

Berikut daftar pertambangan timah yang dimiliki PT Arsari Tambang:

1. AEGA Prima

PT AEGA Prima (AEGA Prima) merupakan perusahaan afiliasi dari PT Arsari Tambang yang juga bergerak di bidang pertambangan timah terintegrasi di Kepulauan Bangka Belitung.

AEGA Prima memiliki total luas IUP 28.884,50 Ha yang tersebar di Laut Tanjung Sangau, Laut Tanjung Genting, Laut Bubus, Laut Tanjung Mengkudu, dan Laut Teluk Kelabat. Memiliki 19 IUP dengan masa berlaku hingga 2025 dan 2031.

AEGA Prima sebagai pemegang IUP Operasi Produksi yang bervariasi jangka waktu dan luasannya memiliki hak untuk melakukan kegiatan konstruksi, produksi, pengangkutan dan penjualan serta pengolahan dan pemurnian dalam WIUP untuk jangka waktu 20 tahun, terhitung sejak 2009. Jangka waktu ini dapat diperpanjang dua kali selama masing-masing 10 tahun.

Melansir laman MODI Kementerian ESDM, perusahaan ini memiliki izin dengan nomor 188.44/418/DPE/2010.

Susunan Komisaris dan Direksi:

Komisaris Utama: Thomas A.M. Djiwandono

Komisaris: Kobalen

Komisaris: Bambang S Atmadja

Direktur Utama: Aryo P S Djojohadikusumo

Direktur: Cornelis Suharyanto

Direktur: Septiyufika

Direktur: Harwendro Adityo Dewanto

Direktur: Satrio Dimas Adityo

2. PT Mitra Stania Prima (MSP)

MSP merupakan perusahaan pertambangan timah terbesar ke-3 di Indonesia. MSP sendiri memiliki konsesi tambang di Mapur yang merupakan salah satu tambang timah darat terbesar yang masih aktif beroperasi di Indonesia.

Sejak tahun 2013, MSP aktif menambang di Mapur dengan luas tanah 233.5 hektar dengan potensi tambang sebesar 7.071 ton timah (Sn).

MSP memiliki dan mengoperasikan alat pelebur timah dan fasilitas pemurnian. Alat pelebur timah MSP memiliki dua tungku konvensional dengan daya yang diizinkan sebesar 3.600 ton ingot timah per tahun. Penghasilan ekspor logam timah MSP saat ini sekitar 3.300 ton logam timah.

Berdasarkan Data MODI Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), MSP beralamat di Kompleks Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Izin yang dikantongi oleh MSP berupa Izin Usaha Pertambangan dengan nomor perizinan 188.4/21/ESDM/DPMPTSP/2017 yang berlaku mulai 12 Oktober 2017 hingga 31 Januari 2028.

Susunan Komisaris dan Direksi:

– Komisaris Utama: Thomas A.M. Djiwandono

– Komisaris: Kobalen

– Direktur Utama: Aryo P S Djojohadikusumo

– Direktur: Sudarno AN

– Direktur: Septiyufika

– Direktur: Harwendro Adityo Dewanto

– Direktur: Satrio Dimas Adityo

MSP memiliki dua perusahaan afilasi yakni PT Mitra Stania Kemigking dan PT Mitra Stania Bemban.

3. PT Mitra Stania Kemingking

PT Mitra Stania Kemingking merupakan perusahaan afiliasi PT Mitra Stania Prima. Perusahaan ini memiliki IUP No. 188.45/608/DEP/2014 dan menjalankan kegiatan operasional di dua wilayah:

– Block Kemingking
Luas: 654,6 Ha
Lokasi: Kepuh Utara, Desa Kemingking, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

– Block Penyak
Luas: 551,8 Ha
Lokasi: Bemban Utara, Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepualauan Bangka Belitung.

Perusahaan afiliasi MSP ini beralamat di Kompleks Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Melansir MODI Kementerian ESDM, Mitra Stania Kemingking memiliki total luas wilayah operasi hingga 1.206,40 ha.

Susunan Direksi dan Komisaris:

Direktur Utama: Aryo P.S. Djojohadikusumo

Direktur: Cornelis Suharyanto

Komisaris: Thomas A.M. Djiwandono

4. PT Mitra Stania Bemban

Salah satu perusahaan afiliasi MSP adalah PT Mitra Stania Bemban yang pada tahun 2020 memiliki wilayah IUP 441,5 ha dengan nomor izin 188.4/082/ESDM/DPMPTSP/2020.

Perusahaan ini sudah beroperasi pada 1 Februari 2015 hingga 1 Februari 2025 mendatang.

Perusahaan ini beralamat di Komplek Industri & Pelabuhan Air Kantung, Jl. Jelitik, Sungailiat Kab. Bangka Prov. Kep. Bangka Belitung.

Susunan Direksi dan Komisaris:

Komisaris: Kobalen

Direktur Utama: Aryo P.S. Djojohadikusmo

Direktur: Harwendro Adityo Dewanto

kera4d

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*